Halaman

Tampilkan postingan dengan label antibiotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antibiotik. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2012

TRICHOSTATIC


TRICHOSTATIC
Indikasi:
Untuk vaginitis yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis dan Candida albicans
Kontra Indikasi:
N/A
Komposisi:
Metronidazole 500 mg; Nystatin 100.000 iu
Efek Samping:
Reaksi hipersensitif, pruritus, urtikaria, neuropati perifer dapat terjadi
Peringatan dan Perhatian:
  • Tidak diberikan pada pasiens yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Metronidazole dan Nystatin, tuberculose pamukosa dan keadaan yang disebabkan oleh virus tertentu.
  • Untuk mencegah kambuhnya kembali maka pada waktu yang bersamaan, pasangan yang bersangkutan harus diobati dengan sediaan oral.
  • Jangan diberikan selama trimester pertama kehamilan. Pada trimester kedua dan ketiga hanya digunakan sebagai terapi paliatif.
  • Metronidazole bersifat karsinogenik pada mencit, pleh karena itu hanya untuk indikasi tersebut diatas.
Interaksi Obat:
  • Metronidazole dapat meningkatkan efek antikoagulan kumarin dan warfarin.
  • Pemakaian dengan alkohol dapat menimbulkan mual, muntah, sakit kepala, muka memerah serta kram abdomen.
  • Phenobarbital dapat meningkatkan metabolisme dari Metronidazole.
Sediaan:
Ovula, Box 1 strip @ 6 ovule
Dosis:
1 kali sehari 1 ovula
Jenis: Ovula
Produsen: PT Phapros Tbk


Informasi lebih lanjut hubungi dokter keluarga atau apoteker Anda...
Tulisan ini hanya untuk membantu anda memahami obat yang digunakan serta sebagai tambahan ilmu pengetahuan...

Tetracycline


Tetracycline
Indikasi:
Bruselosis, batuk rejan, pneumonia, demam yang disebabkan oleh Rickettsia, infeksi saluran kemih, bronkitis kronik. Psittacosis dan Lymphogranuloma inguinale. Juga untuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus dan Streptococcus pada penderita yang peka terhadap penisilin, disentri amuba, frambosia, gonore dan tahap tertentu pada sifilis.
Kontra Indikasi:
- Penderita yang peka terhadap obat-obatan golongan Tetrasiklin.
- penderita gangguan fungsi ginjal (pielonefritis akut dan kronis).
Komposisi:
Tetracycline 250 mg Kapsul
Tiap kapsul mengandung: Tetrasiklin HCl 250 mg.
Tetracycline 500 mg Kapsul
Tiap kapsul mengandung: Tetrasiklin HCl 500 mg.
Cara Kerja Obat:
Tetrasiklin HCl termasuk golongan tetrasiklin, mempunyai spektrum luas dan bersifat bakteriostatik, cara kerjanya dengan menghambat pembentukan protein pada bakteri.
Efek Samping:
- Pada pemberian lama atau berulang-ulang, kadang-kadang terjadi superinfeksi bakteri atau jamur seperti:enterokolitis dan kandidiasis.
- Gangguan gastrointestinal seperti: anoreksia, pyrosis, vomiting, flatulen dan diare.
- Reaksi hipersensitif seperti: urtikaria, edema, angioneurotik, atau anafilaksis.
- Jarang terjadi seperti: anemia hemolitik, trombositopenia,neutropenia dan eosinofilia.
Peringatan dan Perhatian:
- Hendaknya diminum dengan segelas penuh air +/- 240 ml untuk meminimkan iritasi saluran pencernaan.
- Sebaiknya tetrasikli tidak diberikan pada kehamilan 5 bulan terakhir sampai anak berusia 8 tahun, karena menyebabkan perubahan warna gigi menjadi kuning dan terganggupertumbuhan tulang.
- Penggunaan tetrasiklin pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal,dapat menimbulkan efek komulasi.
- Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati, wanita menyusui.
- Jangan minum susu atau makanan produk susu lainnya dalam waktu 1 – 3 jam setelah penggunaan Tetrasiklin.
Dosis:
- Dewasa: 4 kali sehari 250 mg – 500 mg.
Lama pemakaian:
Kecuali apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pengobatan dengan Tetracycline kapsul hendaknya paling sedikit berlangsung selama 3 hari, agar kuman-kuman penyebab penyakit dapat terberantas seluruhnya dan untuk mencegah terjadinya resistansi bakteri terhadap tetrasiklin.
- Anak-anak di atas 8 tahun: sehari 25 – 50 mg/kg berat badan dibagi dalam 4 dosis, maksimum 1 g.
Diberikan 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
Interaksi Obat:
- Tetrasiklin membentuk kompleks khelat dengan ion-ion kalsium, magnesium, besi dan aluminium. Maka sebaiknya tidak diberikan bersamaan dengan tonikum-tonikum yang mengandung besi atau dengan antasida berupa senyawa aluminium, amgnesium. Susu mengandung banyak kalsium, sehingga sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan susu.
- Pengobatan dengan tetrasiklin jangan dikombinasikan dengan penisilin atau sefalosporin.
- Karbamazepin dan fenitoin: menurunkan efektifitas tetrasiklin secara oral.
- Tetrasiklin akan memperpanjang kerja antikluogulan kumarin, sehingga proses pembekuan akan tertunda.
Cara Penyimpanan:
Simpan di tempat yang sejuk dan kering serta terlindung dari cahaya.
Jenis: Kapsul
Produsen: PT Kimia Farma


Informasi lebih lanjut hubungi dokter keluarga atau apoteker Anda...
Tulisan ini hanya untuk membantu anda memahami obat yang digunakan serta sebagai tambahan ilmu pengetahuan...

Super Tetra


Super Tetra
Indikasi:
- SUPER TETRA merupakan antibiotik pilihan utama terhadap infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme sebagai berikut: Vibrio cholerae, Vibrio fetus, Haemophilus ducreyi, Mycoplasma pneumoniae, semua jenis Rickettsia, Borrelia Spp., Chlamydia (psittacosis, omithosis, lymphogranuloma venereum, Trachoma-Incluston Conjuctivitis), Brucella Spp.
- SUPER TETRA merupakan obat alternatif lain disamping Penisilin untuk infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme sebagai berikut: Neisseria gonorrhoeae, Treponema pallidum dan Treponema pertenuc, Haemophilus influenzae,Bacillus anthracis.
- SUPER TETRA bukan untuk batuk kering dan virus.
Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap golongan tetracycline. Penderita gangguan ginjal.
Komposisi:
Tiap kapsul lunak mengandung:
tetracycline HCL phosphate buffered setara dengan tetracycline HCL …………………. 250 mg
Farmakologi:
SUPER TETRA mengandung tetracycline HCL phosphate buffered. Bekerja dengan jalan menghambat sintesa protein kuman.
Posologi:
Pemberian dilakukan 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan. Dosis dan lama pemakaian tergantung pada jenis dan beratnya infeksi atau sesuai dengan petunjuk dokter.
Dosis lazim dewasa: 1 – 2 kapsul setiap 6 jam.
Dosis lazim anak-anak > 8 tahun : 25 – 50 mg/kg berat badan per hari dalam dosis terbagi-bagi tiap 6 jam.
Perhatian:
Penggunaan tetracycline pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, wanita hamil, selama menyusui dan anak-anak di bawah umur 8 tahun tidak dianjurkan.
Penggunaan jangka lama dapat berakibat timbulnya super infeksi karena pertumbuhan mikroorganisme yang resisten terhadap anti infeksi.
Efek Samping:
Mual, muntah, rash pada kulit, urtikaria dan nyeri pada bagian ulu hati.
Interaksi Obat:
Pemakaian tetracycline bersama-sama dengan preparat-preparat yang mengandung calcium, magnesium, iron, aluminium, dan susu tidak dianjurkan, karena kation bivalen dan polivalen dapat membentuk kelat dengan tetracycline serta menghambat penyerapannya.
Pemberian bersama dengan kontrasepsi oral dapat mengurangi efektifitas kontrasepsi oral.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Kapsul
Produsen: PT Darya-Varia




Informasi lebih lanjut hubungi dokter keluarga atau apoteker Anda...
Tulisan ini hanya untuk membantu anda memahami obat yang digunakan serta sebagai tambahan ilmu pengetahuan...

Lincomycin


 Lincomycin
Indikasi:
Linkomisin diindikasikan untuk pengobatan infeksi serius yang disebabkan oleh stafilokokus, streptokokus, pneumokokus.
Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap linkomisin dan klindamisin.
Tidak diindikasikan untuk pengobatan infeksi bakteri yang ringan atau terhadap infeksi oleh virus.
Pada penggunaan untuk infeksi berat (life threating) digunakan preparat linkomisin parenteral.
Jangan digunakan pada bayi yang baru lahir.
Komposisi:
Tiap kapsul mengandung 272,4 mg linkomisin hidroklorida setara dengan 250 mg linkomisin.
Tiap kapsul mengandung 545 mg linkomisin hidroklorida setara dengan 500 mg linkomisin.
Cara Kerja Obat:
Linkomisin dapat bekerja sebagai bakteriostatik maupun bakterisida tergantung konsentrasi obat pada tempat infeksi dan organisme penyebab infeksi. Linkomisin menghambat sintesa protein organisme dengan mengikat subunit ribosom 50 S yang mengakibatkan terhambatnya pembentukan ikatan peptida.
Dosis:
Dewasa: 500 mg setiap 6 – 8 jam.
Anak-anak berumur lebih dari 1 bulan: 30 – 60 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3 – 4.
Untuk infeksi yang disebabkan oleh kuman streptokokus betha-haemolitikus, pengobatan paling sedikit 10 hari.
Pasien dengan gangguan fungsi ginjal, dosis 25 – 30% dari dosis penderita dengan penderita ginjal normal.
Agar dapat diabsorpsi optimal dianjurkan untuk tidak makan kecuali minum air 1 jam sebelum dan 1 – 2 jam sesudah minum obat ini.
Peringatan dan Perhatian:
Bila terjadi diare, pemakaian linkomisin harus dihentikan.
Selama terapi linkomisin jangka panjang, tes fungsi hati dan hitung sel darah harus dilakukan secara periodik.
Linkomisin tidak dindikasikan untuk bayi yang baru lahir.
Keamanan pemakaian pada wanita hamil dan menyusui belum diketahui.
Efek Samping:
Saluran pencernaan, seperti mual, muntah dan diare.
Reaksi hipersensitif, seperti rash dan urtikaria.
Rasa yang tidak umum seperti haus, letih dan kehilangan bobot tubuh (pseudomembranous colitis).
Hematopoietik: Neutropenia, leukopenia, agranulositosis.
Interaksi Obat:
Kaolin.
Jika pemakaian kedua obat ini memang diperlukan, pasien harus menerima kaolin paling tidak 2 jam sebelum linkomisin.
Senyawa penghambat neuromuskular.
Dapat terjadi resisten silan dengan eritromisin termasuk gejala-gejala yang diketahui terjadi sebagai efek dari makrolida.
Cara Penyimpanan:
Simpan di tempat sejuk dan kering.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Capsul
Produsen: PT Indofarma


Informasi lebih lanjut hubungi dokter keluarga atau apoteker Anda...
Tulisan ini hanya untuk membantu anda memahami obat yang digunakan serta sebagai tambahan ilmu pengetahuan...

KALMICETINE Kloramfenikol Kapsul



 KALMICETINE Kloramfenikol Kapsul
Indikasi:
Sebagai terapi pilihan utama untuk pengobatan tifus dan paratifus.
Untuk infeksi-infeksi berat yang disebabkan oleh:
- Salmonella sp.
- H. influenzae (terutama infeksi meningeal)
- Rickettsa
- Limphogranuloma
- Psittachosis
- Gram-negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis.
Kontra Indikasi:
- Penderita yang hipersensitif terhadap kloramfenikol
- Penderita gangguan fungsi hati yang berat
- Penderita gangguan fungsi ginjal yang berat
Komposisi:
Tiap kapsul mengandung:
Kloramfenikol…………………………………………250 mg
Tiap 5 ml suspensi mengandung:
Kloramfenikol Palmitat yang setara dengan Kloramfenikol…………..125 mg
Etanol…………………………………………………………0.78% v/v
Farmakologi:
Kloramfenikol merupakan antimikroba berspektrum luas yang efektif terhadap bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Mekanisme kerjanya adalah menghambat sintesa protein sel mikroba.
Dosis dan Cara Pemberian:
- Dewasa, anak-anak dan bayi berumur di atas 2 minggu: 50 mg/kg BB sehari dibagi menjadi 3-4 dosis.
- Bayi berumur di bawah 2 minggu: 25 mg/kg BB sehari dibagi menjadi 4 dosis.
Peringatan dan Perhatian:
- Tidak dianjurkan penggunaan untuk wanita hamil dan menyusui karena keamanannya belum dapat dipastikan.
- Pada pemakaian jangka panjang perlu dilakukan pemeriksaan hematologisecara berkala.
- Hanya digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya, kecuali bila ada kemungkinan infeksi berat.
- Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya superinfeksi oleh bakteri dan jamur.
- Hati-hati bila dipergunakan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan hati, bayi yang lahir prematur dan bayi baru lahir (2 minggu pertama).
- Tidak untuk pencegahan infeksi, pengobatan influenza, batuk dan pilek.
Efek Samping:
- Diskrasia darah terutama anemia aplastik yang dapat menjadi serius dan fatal.
- Gangguan gastrointestinal misalnya: mual, muntah, diare.
- Reaksi hipersensitif, misalnya: anafilaktik dan urtikaria.
- Sindroma Grey pada bayi baru lahir, terutama bayi prematur.
Interaksi Obat:
Kloramfenikol menghambat biotransformasi senyawa lain yang dimetabolisme oleh enzim mikrosoma hati seperti dikumarol, fenitoin, tolbutamida dan turunan sulfonylurea lainnya.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (di bawah 30 derajat Celsius).
Kemasan:
Kapsul: Dos berisi 10 blister x 10 kapsul
Dos berisi 30 blister x 10 kapsul
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Kapsul
Produsen: PT Kalbe Farma






Informasi lebih lanjut hubungi dokter keluarga atau apoteker Anda...
Tulisan ini hanya untuk membantu anda memahami obat yang digunakan serta sebagai tambahan ilmu pengetahuan...

Dumoxin

Indikasi:

-Infeksi saluran pernafasan
-Pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumonia
-Pengobatan bronchitis dan sinusitis kronis
-Infeksi saluran kemih
-Infeksi kulit : acne vulgaris
-Penyakit karena hubungan seksual :
-Sebagai alternatif untuk pengobatan gonore dan sifilis.
-Infeksi mata yang disebabkan oleh Gonococci, Staphylococci dan H.Influenza seperti trachoma dan konjunctivitis.
-Infeksi Ricketsia
Kontra Indikasi:
N/A
Komposisi:
Dumoxin 100 mg tablet: Setiap tablet mengandung doksisiklin hiklat yang setara dengan doksisiklin 100 mg
Doksisiklin bekerja dengan jalan menghalangi pembentukan protein bakteri, dan tempat kerjanya pada bakteri 30 S-ribosom.
Doksisiklin mempunyai spektrum luas terhadap bakteri gram positif dan gram negatif.
Dosis:
Dewasa dan anak-anak diatas umur 8 tahun dengan berat badan > 45 kg : 200 mg per hari
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Tablet
Produsen: PT Actavis





Informasi lebih lanjut hubungi dokter keluarga atau apoteker Anda...
Tulisan ini hanya untuk membantu anda memahami obat yang digunakan serta sebagai tambahan ilmu pengetahuan...

Ciprofloxacin 500 mg


 Ciprofloxacin 500 mg
Indikasi:
Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka terhadap ciprofloxacin, antara lain pada :
- Saluran kemih termasuk prostatitis.
- Uretritis dan serpisitis gonore.
- Saluran cerna, termasuk demam thyfoid dan parathyfoid.
- Saluran nafas, kecuali pneumonia dan streptococus.
- Kulit dan jaringan lunak.
- Tulang dan sendi.
Kontra Indikasi:
- Penderita yang hipersensitivitas terhadap siprofloksasin dan derivat quinolone lainnya
- tidak dianjurkan pada wanita hamil atau menyusui,anak-anak pada masa pertumbuhan,karena pemberian dalam waktu yang lama dapat menghambat pertumbuhan tulang rawan.
- Hati-hati bila digunakan pada penderita usia lanjut
- Pada penderita epilepsi dan penderita yang pernah mendapat gangguan SSP hanya digunakan bila manfaatnya lebih besar dibandingkan denag risiko efek sampingnya.
Komposisi :
Ciprofloxacin 250 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung Ciprofloxacin 250 mg
Ciprofloxacin 500 mg : Tiap tablet salut selaput mengandung ciprofloxacin 500 mg.
Farmakologi :
Ciprofloxacin (1-cyclopropyl-6-fluoro-1,4-dihydro-4-oxo-7-(-1-piperazinyl-3-quinolone carboxylic acid) merupakan salah satu obat sintetik derivat quinolone. mekanisme kerjanya adalah menghambat aktifitas DNA gyrase bakteri, bersifat bakterisida dengan spektrum luas terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif.
ciprofloxacin diabsorbsi secara cepat dan baik melalui saluran cerna, bioavailabilitas absolut antara 69-86%, kira-kira 16-40% terikat pada protein plasma dan didistribusi ke berbagai jaringan serta cairan tubuh. metabolismenya dihati dan diekskresi terutama melalui urine.
Dosis :
1.Untuk infeksi saluran kemih :
- Ringan sampai sedang : 2 x 250 mg sehari
- Berat : 2 x 500 mg sehari
- Untuk gonore akut cukup pemberian dosis tunggal 250 mg sehari
2.Untuk infeksi saluran cerna :
- Ringan / sedang / berat : 2 x 250 mg sehari
3.Untuk infeksi saluran nafas, tulang dan sendi kulit dan jaringan lunak :
- Ringan sampai sedang : 2 x 500 mg sehari
- Berat : 2 x 750 mg sehari
- Untuk mendapatkan kadar yang adekuat pada osteomielitis maka pemberian tidak boleh kurang dari2 x 750 mg sehari
- Dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal : Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit maka dosis normal yang dianjurkan harus diberikan sehari sekali atau dikurangi separuh bila diberikan 2 x sehari.
- Lamanya pengobatan tergantung dari beratnya penyakit.
Untuk infeksi akut selama 5-10 hari biasanya pengobatan selanjutnya paling sedikit 3 hari sesudah gejala klinik hilang.
Peringatan dan perhatian :
- Untuk menghindari terjadinya kristaluria maka tablet siprofloksasin harus ditelan dengan cairan
- Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (lihat keteranga pada dosis )
- Pemakaian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan
- Selama minum obat ini tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
Efek samping :
Efek samping siprofloksasin biasanya ringan dan jarang timbul antara lain:
- Gangguan saluran cerna : Mual,muntah,diare dan sakit perut
- Gangguan susunan saraf pusat : Sakit kepala,pusing,gelisah,insomnia dan euforia
- Reaksi hipersensitivitas : Pruritus dan urtikaria
- Peningkatan sementara nilai enzim hati,terutama pada pasien yang pernah mengalami kerusakan hati.
- Bila terjadi efek samping konsultasi ke Dokter
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Tablet
Produsen: PT OGBdexa


Informasi lebih lanjut hubungi dokter keluarga atau apoteker Anda...
Tulisan ini hanya untuk membantu anda memahami obat yang digunakan serta sebagai tambahan ilmu pengetahuan...

Cefixime Sirup


 Cefixime Sirup
Indikasi:
Cefixime diindikasikan untuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan antara lain:
  1. Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Escherichia coli dan Proteus mirabilis.
  2. Otitis media yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae (strain ?-laktamase positif dan negatif), Moraxella (Branhamella) catarrhalis (sebagian besar adalah ?-laktamase positif) dan Streptococcus pyogenes.
  3. Faringitis dan tonsillitis yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes.
  4. Bronkitis akut dan bronkitis kronik dengan eksaserbasi akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae (strain ?-laktamase positif dan negatif).
Kontra Indikasi:
Penderita dengan riwayat shock atau hipersensitif akibat beberapa bahan dari sediaan ini.
Komposisi:
Tiap 5 ml suspensi mengandung:
Cefixime trihidrat 111,92 mg setara dengan Cefixime 100 mg
Farmakologi:
Aktivitas antibakteri
Cefixime bersifat bakterisid dan berspektrum luas terhadap mikroorganisme gram positif dan gram negatif, seperti sefalosporin oral yang lain, cefixime mempunyai aktivitas yang poten terhadap mikroorganisme gram positif seperti Streptococcus sp., Streptococcus pneumoniae, dan gram negatif seperti Branhamella catarrhalis, Escherichia coli, Proteus sp., Haemophilus influenzae.
Mekanisme kerjanya yaitu menghambat sintesis dinding sel. Cefixime memiliki afinitas tinggi terhadap “penicillin-binding-protein” (PBP) 1 (1a, 1b, dan 1c) dan 3, dengan tempat aktivitas yang bervariasi tergantung jenis organismenya.
Cefixime stabil terhadap ?-laktamase yang dihasilkan oleh beberapa organisme, dan mempunyai aktivitas yang baik terhadap organisme penghasil ?-laktamase.
Farmakokinetika:
Konsentrasi dalam serum.
Pemberian per oral dosis tunggal 50,100 atau 200 mg (potensi) cefixime pada orang dewasa sehat dalam keadaan puasa, kadar puncak serum dicapai setelah 4 jam pemberian yaitu masing-masing 0,69; 1,13; dan 1,95 ?g/ml. Waktu paruh serum adalah 2,3-2,5 jam. Pemberian per oral dosis tunggal 1,5; 3,0; atau 6,0 mg (potensi)/kg cefixime pada penderita pediatrik dengan fungsi ginjal normal, kadar puncak serum dicapai setelah 3-4 jam pemberian, yaitu masing-masing 1,14; 2,01; dan 3,97 ?g/ml. Waktu paruh serum adalah 3,2-3,7 jam.
Distribusi (penetrasi ke dalam jaringan)
Penetrasi ke dalam sputum, tonsil, jaringan maxillary sinus mucosal, otorrhea, cairan empedu dan jaringan kandung empedu adalah baik.
Metabolisme
Tidak ditemukan adanya metabolit yang aktif sebagai antibakteri di dalam serum atau urin.
Eliminasi
Cefixime terutama diekskresikan melalui ginjal. Jumlah ekskresi urin (sampai 12 jam) setelah pemberian oral 50, 100 atau 200 mg (potensi) pada orang dewasa sehat dalam keadaan puasa kurang lebih 20-25% dari dosis yang diberikan. Kadar puncak urin masing-masing 42,9; 62,2 dan 82,7 ?g/ml dicapai dalam 4-6 jam setelah pemberian. Jumlah ekskresi urin (sampai 12 jam) setelah pemberian oral 1,5; 3,0; atau 6,0 mg (potensi)/kgBB pada penderita pediatrik dengan fungsi ginjal yang normal kurang lebih 13-20%.
Dosis:
Dosis harian yang lazim untuk pediatrik adalah 1,5-3 mg (potensi)/kgBB diberikan per oral dua kali sehari. Dosis sebaiknya disesuaikan dengan keadaan penderita. Untuk infeksi yang berat, dosis dapat ditingkatkan sampai 6 mg (potensi)/kgBB diberikan dua kali sehari.
Pada anak-anak yang menderita otitis media sebaiknya diobati dengan suspensi. Dari penelitian klinis, otitis yang diobati dengan sediaan suspensi cefixime didapat bahwa kadar puncak dalam plasma lebih besar dari tablet bila diberikan dengan dosis yang sama. Sehingga untuk pengobatan otitis media sebaiknya sediaan suspensi jangan diganti.
Penderita dengan gangguan fungsi ginjal memerlukan penyesuaian dosis tergantung pada berat ringannya gangguan, yang direkomendasikan adalah 75% dari dosis standar (yaitu 300 mg sehari) bila klirens kreatinin antara 21 dan 60 ml/menit atau untuk penderita dengan hemodialisis ginjal, dan 50% dari dosis standar (yaitu 200 mg sehari) bila klirens kreatinin kurang dari 20 ml/menit atau penderita yang menjalani dialisis terus menerus (opname).
Pada kasus overdosis:
Lavage lambung bisa dilakukan bila tidak ada antidot yang spesifik. Cefixime tidak dikeluarkan dalam jumlah yang signifikan dari sirkulasi dengan hemodialisis atau dialisis peritoneal.
Efek samping:
  1. Shock.
    Perhatian yang cukup sebaiknya dilakukan karena gejala-gejala shock kadang-kadang bisa terjadi. Jika beberapa tanda atau gejala seperti perasaan tidak enak, rasa tidak enak pada rongga mulut, stridor, dizziness, defekasi yang tidak normal, tinnitus atau diaphoresis; maka pemakaian sediaan ini harus dihentikan.
  2. Hipersensitivitas.
    Jika tanda-tanda reaksi hipersensitivitas seperti rash, urtikaria, eritema, pruritus atau demam maka pemakaian sediaan ini harus dihentikan dan sebaiknya dilakukan penanganan lain yang lebih tepat.
  3. Hematologik.
    Granulositopenia atau eosinophilia jarang terjadi. Kadang-kadang thrombocytopenia dapat terjadi. Pemakaian sediaan ini sebaiknya dihentikan bila ditemukan adanya kelainan-kelainan ini. Dilaporkan bahwa terjadi anemia hemolitik pada penggunaan preparat cefixime lainnya.
  4. Hepatik.
    Jarang terjadi peningkatan GOT, GPT atau alkaline phosphatase.
  5. Renal.
    Pemantauan fungsi ginjal secara periodik dianjurkan karena gangguan fungsi ginjal seperti insufisiensi ginjal kadang-kadang dapat terjadi. Bila ditemukan adanya kelainan-kelainan ini, hentikan pemakaian obat ini dan lakukan penanganan lain yang lebih tepat.
  6. Saluran cerna.
    Kadang-kadang terjadi kolitis seperti kolitis pseudomembranosa, yang ditunjukkan dengan adanya darah di dalam tinja. Nyeri lambung atau diare terus menerus memerlukan penanganan yang tepat, jarang terjadi muntah, diare, nyeri lambung, rasa tidak enak dalam lambung, heartburn atau anoreksia, nausea, rasa penuh dalam lambung atau konstipasi.
  7. Pernafasan.
    Kadang-kadang terjadi pneumonia interstitial atau sindroma PIE, yang ditunjukkan dengan adanya gejala-gejala demam, batuk, dyspnea, foto rontgen thorax yang tidak normal dan eosinophilia, sebaiknya hentikan pengobatan dengan obat ini dan lakukan penanganan lain yang tepat seperti pemberian hormon adrenokortikal.
  8. Perubahan flora bakterial.
    Jarang terjadi stomatitis atau kandidiasis.
  9. Defisiensi vitamin.
    Jarang terjadi defisiensi vitamin K (seperti hipoprotrombinemia atau kecenderungan pendarahan) atau defisiensi grup vitamin B (seperti glositis, stomatitis, anoreksi atau neuritis).
  10. Lain-lain.
    • Jarang terjadi sakit kepala atau dizziness.
    • Pada penelitian terhadap anak tikus yang diberi 1.000 mg/kgBB/hari secara oral, dilaporkan adanya penurunan spermatogenesis.
  11. Pengaruh terhadap tes laboratorium.
    • Dapat terjadi hasil false positive pada penentuan kadar gula urin dengan menggunakan larutan Benedict, larutan fehling dan Clintest. Tetapi dengan test-tape tidak terjadi false positive.
    • Dapat terjadi positive direct Coombs test.
Peringatan dan perhatian:
  • Perhatian umum
    Hati-hati terhadap reaksi hipersensitif, karena reaksi-reaksi seperti shock dapat terjadi.
  • Sediaan ini sebaiknya jangan diberikan kepada penderita-penderita yang masih dapat diobati dengan antibiotika lain, jika perlu dapat diberikan dengan hati-hati. Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap bahan-bahan dalam sediaan ini atau dengan antibiotika cefixime lainnya.
  • Cefixime harus diberikan dengan hati-hati kepada penderita, antara lain sebagai berikut:
    • Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap penisilin.
    • Penderita dengan riwayat personal atau familial terhadap berbagai bentuk alergi seperti asma bronkial, rash, urtikaria.
    • Penderita dengan gangguan fungsi ginjal berat.
    • Penderita dengan nutrisi oral rendah, penderita yang sedang mendapatkan nutrisi parenteral, penderita lanjut usia atau penderita yang dalam keadaan lemah. Observasi perlu dilakukan dengan hati-hati pada penderita ini karena dapat terjadi defisiensi vitamin K.
  • Penggunaan selama kehamilan
    Keamanan pemakaian cefixime selama masa kehamilan belum terbukti. Sebaiknya sediaan ini hanya diberikan kepada penderita yang sedang hamil atau wanita yang hendak hamil, bila keuntungan terapetik lebih besar dibanding risiko yang terjadi.
  • Penggunaan pada wanita menyusui
    Belum diketahui apakah cefixime diekskresikan melalui air susu ibu. Sebaiknya tidak menyusui untuk sementara waktu selama pengobatan dengan obat ini.
  • Penggunaan pada bayi baru lahir atau bayi prematur
    Keamanan dan keefektifan penggunaan cefixime pada anak-anak dengan usia kurang dari 6 bulan belum dibuktikan (termasuk bayi baru lahir dan bayi prematur).
Cara pelarutan:
Suspensikan dengan menambah 10 ml air, kocok selama 30 detik, tambahkan lagi 10 ml air, kocok lagi selama 30 detik.
Setelah rekonstitusi, suspensi dapat disimpan selama 14 hari, baik pada suhu kamar (di bawah 30ºC) maupun lemari es (di antara 2-8ºC), tanpa kehilangan potensi yang signifikan, tutup erat-erat. Buang sisanya bila telah disimpan selama 14 hari.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat C.
KOCOK DAHULU SEBELUM DIPAKAI
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Sirup Kering
Produsen: PT Dexa Medica


Informasi lebih lanjut hubungi dokter keluarga atau apoteker Anda...
Tulisan ini hanya untuk membantu anda memahami obat yang digunakan serta sebagai tambahan ilmu pengetahuan...